Filsafat Pendidikan MAKNA,KEGUNAAN,RUANG LINGKUP FILSAFAT PENDIDIKAN

Tugas Individu
Filsafat Pendidikan
Membuat Resum BAB III & BAB IV

Di buat oleh :
Nama : Yeni Wulandari
Nim : A510140171
Progdi : PGSD
1.

BAB III
MAKNA,KEGUNAAN,RUANG LINGKUP FILSAFAT PENDIDIKAN
A. Makna filsafat pendidikan menurut beberapa ahli :
1. Menurut Jalaludin & Idi,filsafat pendidikan dpt di definisijkan sebagai kaidah filosof dalam bidangpendidikan yang menggambarkan aspek-aspek pelaksanaan falsafah umum dan menitikberatkan pada prinsip dan kepercayaan yang menjadi dasar dari filsafat umum dalam upaya memecahkan persoalan pendidikan secara praktis.
2. Menurut John Dewey,filsafat pendidikan merupakan pembentukan kemampuan dasar yang fundamental.
3. Menurut Imam Barnadib,falsafat pendidikan merupakan ilmu yang hakikatnya berupa jawaban atas pertanyaan pendidikan dlm bidang pendidikan.
4. Menurut Gandhi HW menyatakan bahwa filsafat pendidikan adalah penerapan upaya mempersoalkan kosepsi2 yang melandasi upaya manusia dlm membangun hidup & kehidupannya agar menjadi lebih baik dan bekualitas.
5. Menurut Hidayat,filsafat pendidikan sbg ilmu pengetahuan normative dlm bidang pendidikan merumuskan kaidah, norma, Dan ukuran tingkah laku perbuatan yang dilakukan manusi dalam kehidupannya.
Berdasarkan dari pendapat para ahli dapat di Tarik suatu kesimpulan bahwa filsafat pendidikan adalah ilmu yang mengkaji secara khusus,mendalam,dan menyeluruh tentang pendidikan untuk memberikan jawaban terhadap permasalahan atau pertanyaan tentang pendidikan.
B. Kegunaan Filsafat Pendidikan
Gandhi HW menegaskan bahwa filsafat pendidikan harus dapatmenjawab pertanyaan yang sangat mendasar.
Secara praktis disebutkan ada 4hal utama berkaitan dengan kegunaan ilsafat pendidikan,yaitu :
1. Filsafat pendidikan menjadi ruang inspirasi
2. Filsafat pendidikan dalam peranan analisis
3. Filsafat pendidikan memiliki makna preskriptif
4. Filsafat pendidikan dalam peran investigative
Muhmidayeli juga menyimpulkan bahwa filsafat pendidikan suatu upaya bepikir
Logis,kritis dan menyeluruh tentang persoalan yang berkaitan dengan pendidikan dan aspek-aspek penting yang terkait di dalamnya.
Dengan demikian filsafat pendidikan sangat berguna bagi para pendidik,artinya pendidikan akan dapat memahami secara mendalam terhadap persoalan pendidikan sehingga dapat melakukan evaluasi secara tepat dan memberikan solusi secara benar.
C. Ruang Lingkup Filsafat Pendidikan
Setiap masing-masing ahli memiliki pandangan yang berbeda-beda sehingga sangat sulit mencari titik temu dari pendapat para ahli. Selain menggunakan kata-kata ruang lingkup adaa pula yang menyebutkannya dengan obyek, sebagaimana yang disebutkan oleh Muhmidayeli, ia menyebutkan ada 12 obyek kajian dari filsafat pendidikan salah satunya adalah “Hakikat manusia ideal sebagai acuan pokok bagi pengembangandan penyempurnaan”, selanjutnya dari tim IKIP Makang(sekarang menjadi UM) yang di kutip oleh Jalalidin & Idi secara sederhana menyebutkan ada 6 ruang lingkup filsafat pendidikan salah satunya yaitu: merumuskan secara tegas sifat hakikat pendidikan .
Ada suatu pendapat yang sangat sederhana yang merupakan esensi dari filsafat itu sendiri. Yaitu menurut Gandhi HW ruang lingkup filsafat pendidikan esensinya sama dengan filsafat yaitu: ontologi,epistemologi,dan aksiologi pendidikan
Pada dasarnya filsat pendidika itu tidak akan meninggalkan kaidah-kaidah dalam filsafat. Dengan kata lain ruang lingkup filsafat pendidikan tepat di kaji berdasarkan sudut pandang ontology,epitemologi,dan aksiologi.
BAB IV
MANUSIA DAN PENDIDIKAN DALAM TINJAUAN FILSAFAT
A. Manusia Dalam Pandangan Filslafat
Membicarakan maanusia memang sudah agak tertinggal dan pembicaraan manusia telah di mulai sejak tahun 600 SM. Tokoh-tokoh fisafat pada masa itu ialah Pythagoras, Socrates, Plato, dan Aristoteles. Para filsuf seperti Socrates, Plato, Aristoteles mengemukakan pemikiran tentang bagaimana hidup bermasyarakat dengan baik. Pytagoras mengatakan tidak semata-mata kontemplasi terhadap kosmos,melainkan jalan keselamatan hidup. Tujuan hidup Pythagoras adalah membebaskan jiwa dari belenggu keterbelakangan menuju keselamatan. Muhmidayeli menyebutkan beberapa tokoh yang memberikanmakna tentang manusia dan yang mengkaji tentang hakikat manusia antara lain: Plato, Aristoteles, Rene descartes, Schopenhauer, Auguste comte.Dari hasil mengkaji tersebut secara eingkas dapat di utarakan sebagai berikut:
1. Plato: manusia seagai pribadi yang tidak terbatas pada saat bersatunya jiwa dan raga.
2. Aristoteles: manusia adalah makhluk organis yang fungsionalisasinya bergantung pada jiwanya.
3. Rene Descartes: hakikat manusia ada pada aspek kesadaran yang exsistensinya ada pada daya intelek hakikat jiwa.
4. Schopenhauer: kesadaran dan intelek hanyalah permukaan jiwa kita, dibawah itu ada kehendak tidak sadar.
5. Auguste comte berupaya menjelaskan tahap perkembangan intelek manusia dengan hokum tiga tahapnya.
Jalaludin dan Idi menyebutkan ada 4 aliran yang dibahas:
1. Aliran serba zat,aliran ini menjelaskan yang sungguh-sungguh ada itu hanyalah zat atau materi.
2. Alira serba ruh, aliran ini berpendapat segala hakikat sesuatu yang ada di dunia ini ialah ruh.
3. Aliran dualisme,aliran ini menganggap bahwa manusia itu pada hakikatnya terdiri dari dua substansi, yaitu jasmanidan rohani.
4. Aliran eksistensialisme,aliran filsafat modern berpandangan bahwa hakikat manusia eksistensi dari manusia. Disini manusia di pandang bukan dari sudut serba zat,serba ruh,dan dualaisme melainkan dari segi eksistensi manusia di dunia ini.
Adapun penjelasan tentang hakikat manusia sebagai berikut:
A. Manusia sebagai makhluk berpengetahuan
B. Manusia makhluk berpendidikan
C. Manusia makhluk berkebudayaan
B. Manusia dalam Pandangan Islam
Di jelaskan oleh Jalaludin dan Idi bahwa manusia adalah makhluk ciptaan Allah dengan kedudukan melebihi dari ciptaan Allah yang lainnya.
Dalam pandangan islam, Manusia pda hakikatnya merupakan makhluk ciptaan Allah yang terkait kepada “blue print”dalam lakonan hidupnya, yaitu menjadi pengabdi Allah yang setia. Berdasarkan pandangan tersebut berarti manusia merupakan makhluk yang memiliki potensiyang dapat di kembangkan sekaligus juga mampu mengembangkan dirinya sendiri.
Untuk mendapatkan gambaran tentang manusia dan gambaran tentang manusia dan peranannya berikut konsep peran manusia menurut Jalaludin :
1. Konsep al-Basyr, manusia memiliki dorongan biologis seperti makan dan minum,doronan mempertahankan diridan dorongan mengembangkan diri,sebagai dorongan primer makhluk biologis.
2. Konsep al-Insan, konsepinimengacu pada manusia bagimana dapat memerankan dirinya sebagai sosok pribadi yang mampu untuk mengembangkan dirinya,agar menjadi sosok ilmuwan yang seniman dan berakhlak mulia secara utuh.
3. Konsep al-Nas, dalam al-qur’an an-nas umumnya dihubungkan dengan fungsi manusia sebagai makhluk sosial. Manusia merupakan makhluk sosial yang secara fitrah senang hidup berkelompok,sejak dari hiidup satuan yang terkeci(keluarga) hingga yang paling besar dan kompleks,yaitu bangsa dan manusia.
4. Konsep Bani Adam , manusia diingatkan allah agar tidak tergoda oleh setan. Konsep Bani Adam secara mengacu kepada penghormatan kepada nilai-nilai kemanusiaan. Konsep ini menitikberatkan pada upaya pembinaan hubungan persaudaraan antar sesame manusia.
5. Konsep al-ins , manusia dalam konsep ini berstatus sebagai pengabdi Allah. Ketaatan kepada Allah merupakan peran puncak manusia dalam segala aspek kehidupannya,karena atas dasar dan tujuan tersebut pulalah manusia di ciptakan.
6. Konsep Abd Allah, berarti abdi atau hamba allah. Dalam konsep ini peran manusia harus di sesuaikan dengan kedudukannya sebagi abdi(hamba) dan manusia harus menempatkan diri sebagai ciptaan yang dimiliki,tunduk dan taat kepadaAllah.
7. Konsep Khalifah Allah, Allah telah menciptakan tatanan kehidupan yang harmonis dengan neraca keadilan menyediakan kebutuhan manusia beraneka raga, semua itu merupakan nikmat tuhan yang mustahil untuk diduakan. Dalam statusnya sebagai khalifah Allah, manusia dituntut untuk menjaga dan melestarikan keharmonisan tanaman.
Setelah mendalami tentang manusia dari berbagai tinjauan para ahli,sehingga dapat difahami bahwa manusia merupakan makhluk yang sangat unik dan kompleks. Pada dasarnya semua dapat menerima bahwa manusia adalah makhluk ciptaan Allah yang paling tinggi derajatnya dimuka bumi di banding makhlukciptaan allah yang lainnya.
C. Hakikat Pendidikan
Menurut Surakhman ada 3 fenomena yang perlu menjadi perhatian kita,karena menggambarkan manusia berarti menggambarkan makhluk berfilosofi :
1. Filsafat lahirterlalu awal, dari kacamata manusia kontemporer termasuk kita sekarang tidak mustahil jarak waktu yang terbilang sejak 2.500 tahun yang lalu. Waktu sepanjang itu kemudian melahirkan rasa kekunoan, termasuk kekunoan filosofi.
2. Dunia semakin Pragmatis, manusia masa kini telah dimanjakan oleh lingkungan hidup yang serba instan,bergerak dalam pola hidup yang baku. Karena itu manusia bias menjadi enggan untuk kembali diajak berbicara mengenai hal-hal yang di nilai secara spekulatif,tanpa standar yang permanen tanpa kegunaan yang nyata.
3. Perbahan semakin terakselerasi, mungkin juga dunia kontemporer yang semakin berwajah serba berubah,menyebabkan manusia sulit mempelajari hal-hal yang mendasar atau prinsip yang lebih permanen.
Filosofi pada hakikatya tidak dilahirkan sekedar untuk memuaskan memenuhi kebutuhan sesaat tetapi untuk membijaksanakan dan mengarifkannya. Filosofi pendidikan berbicara mengenai nilai yang baik dan buruk,yang benar dan salah untuk dipertimbangkan di dalam kehidupan.
Menurut Rohman kata “pendidikan” berasar dari kata ‘didik’ mendapat awalan pe-an. Berubah menjadi kata kerja “mendidik” yang berarti membantu anak untuk menguasai aneka pengetahuan,ketrampilan,sikap,dan nilai yang diwarisi dari keluarga dan masyarakatnya. Istilah ini pertama kali muncul dari yunani yaitu ‘paedagogiek’ artinya ilmu menuntun anak dan ‘paedagogia’ adalah pergaulan dengan anak.
Pendidikan merupakan usaha sadar yang dilakukanoleh pendidik kepada peserta didik untuk memperoleh kedewasaan,baik jasmai rohanimaupun sosial. Suhartono mengemukakan 2 pengertian pendidiksn yaitu dalam arti luas dan sempit.
Karakteristik Pendidikan dalam arti luas:
a. Pendidikan berlangsung sepanjang zaman
b. Pendidikan berlangsung disetiap bidang kehidupan manusia
c. Pendidikan berlangsung di segala tempat dimanapun dan kapanpun
d. Obyek utama pendidikan adalah pembudayaan manusia dalam memanusiawikan diri dan kehidupannya.
Karakteristik pendidikan dalamarti sempit:
a. Pendidikan berlangsung dalam waktu terbatas
b. Pendidikan berlangsung dalam ruang terbatas
c. Pendidikan berlangsung di suatu tempat yang khusus yang sengaja diciptakan menurut sistem administrasi dan manajemen tertentu.
d. Isi pendidikan disusun secar sistematik dan terprogram dalam bentuk kurikulum.
e. Tujuan pendidikan ditentukan oleh pihak luarsekolah
D. Pendidikan dalam Tinjauan Islam
Pendidikan secara historis-operaionaltelah dilaksanakansejak adanya manusia pertama dimuka bumi yaitu, Nabi Adam dalam Al-Qur’an dinyatakan bahwa prosespendidikannya Nabi Adam berdialog pada Allah. Roqib menggarisbawahi bahwa pendidikan islam pada hakikatnnyaadalah prosesmenuju kearah yang positif.
Setelah mengkaji hakikat pendidikan baik dilihat dari pendapat ahli secara umum maupun dalam tinjauan tuntunan Islam sebenarnya tidak terjadi perbedaan tajam bahkan dapat dikatakan hamper sama intinya menuju kepada kedewasaan peserta didik. Untuk mempertegas pentingnya pendidikan bagi umat manusia khususnya bangsa Indonesia secara substansial telah disebutkan dalampembukaan UUD pada alenia ke-4 yaitu, mencerdaskan kehidupan bangsa…”,selanjutnya lebih jelas tertera pada UUD 1945 pasal 31 Bab XIII.
Keberadaan pendidikan di dunia inisangat urgen, sehingga mutlak adanya. Maka dari itu dimana ada manusia disitu ada pendidikan dan begitu sebaliknya. Oleh karena itu di keluarga, di lingkungan masyarakat, dan bangsa pada umumnya tidak dilepaskan dengan pedidikan.
D.Urgensi Pendidikan Berdimensi Moral bagi Manusia.
Untuk menciptakan pendidikan yang diharapkan sesuai dengan cita-cita bangsa kebersamaan dan kerja keras dari semua pihak secara terpadu,integral,dan bertanggung jawab. Moral di pandang sangat penting dalam kehidupan manusia,bahkan menyatu dengan pendidikan. Oleh karena itu,telah di uraikan pendidikan berkaitan dengan mora,lebih tegasnya urgensi pendidikan berdimensi moral bagi manusia. Moral merupakan tekad manusia untuk menemukan kebenaran. ajaran moral berlangsung normatif bagi manusia sedangkan pelajaran etika secara langsung hanya menyampaikan suatu kecakapan teoritis. Dalam hal lain, disamping harus berperang pada moral yang tinggi sering disebutkan bahwa ilmu dan teknologi harus berbasis kepada etika dan nilai. Etika,moral,nilai ketiganya memiliki wilayah yang berbeda tetapi memiliki esensi yang sama. Dalam hal ini eksistensi etika dapt diwujudkan dalam visi,misi,keputusan,pedoman perilaku dan kebijakan moral. Peran agama sangatlah penting,agama merupakan petunjuk yang membedakan mana yang baik dan mana yang buruk. Hal itu terkait dengan etika nilai atau moral. Maka dari itu moral agama merupakan moral yang bersumber dari ajaran agama dan jika dikaitkan dengan konteks islam bias disebut dengan istilah akhlaq.
Oleh karena itu, pendidikan di Indonesia harus bersendikan pada nilai-nilai moral yang bersumber dari agama. Disamping itu juga harus berpegang teguh padanilai-nilai moral yang berdasar pancasila.
Kehidupan tanpa ada landasan moral akan mengalami kegersangan, kegelisahan, kekawatiran bahkan ketakutan, karena bias terjadi produk dan perilaku manusia akan mengancam kehidupan manusia itu sendiri. Melalui pendidikan yang berdimensi moral diharapkan dapat membawa kehidupan manusia itu menjadi nyaman,damai,aman, dan sejahtera. Bukan hanya kebahagiaan di dunia saja melainkan juga di akhirat.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s